Pengalaman Sebagai Seorang Dropshipper, Mengisi Waktu Luang Dengan Pendapatan Yang Lumayan

Pengalaman Sebagai Seorang Dropshipper, Mengisi Waktu Luang Dengan Pendapatan Yang Lumayan

Ini sudah memasuki bulan ke-2 saya melakoni bisnis sebagai seorang dropshipper, kalian tahukan dropshipper itu apa? Atau mungkin kalian lebih mengenalnya dengan bisnis dropship? Bagi kalian yang nggak tahu silahkan googling sendiri ya apa itu dropshipper.
Enaknya dimulai dari latar belakang saya terlebih dahulu kali ya. Saya adalah seorang mahasiswa dari salah satu universitas swasta di Semarang, untuk sekarang disembunyikan dulu identitas lengkapnya yaa hehe :), kebetulan jurusan yang saya ambil berhubungan dengan IT, yaitu Teknik Informatika(nggak ada hubungannya deh perasaan).
Untuk anak kuliahan pasti kalian pahamlah, kalau mahasiswa itu banyak sekali waktu luangnya, kecuali yang sibuk nugas, sibuk dengan organisasi, ataupun yang sibuk entah ngapain itu. Dan kebetulan kegiatan saya di kampus yaaa cuma dateng ke kelas, ada tugas langsung dikerjain sampe selesai, udah ya nganggur, dan kalau nggak ada tugas malah tambah nganggur hehe. Soalnya saya sendiri pun bukan mahasisawa yang suka keluar jalan-jalan ataupun nongkrong dimana gitu, iya sih sempet punya temen mabar(kebetulan saya suka game) tapi menginjak semester 3, saya dan temen-temen saya mulai beda kelas, jadi jarang bareng.
Menginjak semester 4, saya tertarik nih dengan story WA teman saya yang kayak jualan online gitu, dari pada saya terlalu banyak nganggur, ya mending saya cari penghasilan tambahan lah. Dan disinilah saya mulai mengenal dunia dropship.
Saya mulai belajar dropship dari teman saya ini, dan saat saya tanya modalnya harus berapa, dia jawab gini, 'Ya minimal 1jt lah'. Lah? Kaget dong saya, 1jt? Uang dari mana coba? Tapi saya tetap nekat untuk dropship, modal nekat gitu lah gampangnya, hehe.
Saya mulai bisnis dropship dengan berjualan kemeja rekomendasi dari teman saya. Karena kebetulan saat saya memulai bisnis itu adalah bulan puasa, saya jadi paham kenapa teman saya menyarankan modal awal itu 1jt, orderan yang sangaaat banyak. Tidak seperti penjual pada umumnya, penjual dropship itu tidak menyetok barang, jadi kita itu memasarkan produk orang dengan harga yang sudah kita rubah, gampangnya gitu. Lalu dimana kendalanya? Dropship kan termasuk bisnis online, jadi mau nggak mau ya kita musti nunggu konfirmasi barang diterima dari pembeli agar uang kita cair, oh ya, sedikit garis bawah ya, saya disini melakukan bisnis dropship dengan menggunakan market place yang ada di Indonesia, yaitu Bukalapak, kenapa Bukalapak? Karena kebetulan saya sudah mendapat reputasi atau feedback positif disana. Kembali ke kendala tadi, jika uang kita saja belum cair, bagaimana kita bisa order barang lagi? Dan ini sempat saya alami, dimana ada orderan masuk, tapi uang saya tidak cukup untuk order dari suplier(penjual barang yang asli) saya, jadi mau nggak mau saya harus membatalkan orderan yang masuk, kan sayang banget tuh.
Rutinitas saya sekarang pun bertambah, jika sebelumnya cuma kupu-kupu, kuliah pulang kuliah pulang, sekarang ada kegiatan tambahan, yaitu balesin chat dari pembeli, ya emang udah sewajarnya sih ya seorang pembeli ingin tanya-tanya soal produk kita, tapi yaaaa yang agak ngeselin ya pas udah tanya panjangxlebarxtinggixvolume dkk tapi akhirnya nggak beli atau ngilang gitu aja, iya kalau kita emang pas lagi nganggur, tapi kalau itu pas tengah malem kan jengkel juga, tapi ya balik lagi, kita ini penjual, kalau mau dapet kesan baik ya harus berbuat baik juga, tapi harus ikhlas yaaa. Kadang juga kalau ada modal tambahan cari-cari suplier biar barang yang dijual nggak itu-itu mulu. Cari utangan juga misal nggak ada uang buat order dari suplier hohoho :D .
Enaknya jadi dropshipper itu yaaa, kita bisa dapat penghasilan tambahan disela-sela kengangguran kita, eyaaa. Selain itu kita juga bisa kenal sama beberapa suplier kita, yaa itung itung nambah kenalan lah, sama wawasan soal apa yang kita jual, berhubung saya menjual barang barang fashion, saya jadi mulai tahu nih soal bahan bahan dan ukuran fashion. Kita juga nggak perlu tuh bungkus bungkus barang, trus ke jasa antar buat nganterin paketan kita, karena semua kegiatan itu, dilakukan oleh suplier kita, kita tinggal nerima nomer resi doang. Jadi kita masih punya waktu luang juga, apalagi bagi yang nggak suka keluar, kita tinngal handle semuanya di dalam kos, enakkan?
Tapi ada nggak enaknya juga nih jadi dropshipper, selain pencairan uang yang agak lambat ya, tapi bisa dimaklumi lah, kan biar aman. Seperti yang saya tulis sebelumnya, kita itu nggak terima barang, jadi kita nggak bisa tahu detail soal barang yang kita jual, apalagi kalau foto yang digunakan suplier kita itu foto editan dan bukan foto barang asli, pasti jadi masalah tuh. Dan lagi, kan bukan kita juga yang bungkus barangnya, bisa jadi barang yang dikirim suplier kita itu beda dengan pesenan kita, tambah masalah lagi. Ditambah ada juga pembeli yang iseng, yang cuma nanya nanya doang, lama pula, tapi malah nggak beli apa-apa, atau malah ngilang gitu aja, ya itu hak mereka sih, tapi kalau udah tanya panjangxlebarxlamaaaaa ya setidaknya beli dong, 1pcs juga nggak papa(saking jengkelnya sampai diulang 2x ini narasi).
Dan ini adalah bagian yang mungkin sangat kalian tunggu-tunggu, Penghasilan.  Saya tidak akan menulis yang berlebihan soal pendapatan, tapi jika ditanya berapa pendapatan saya perbulan, ya setidaknya cukup untuk bayar kosan di Semarang dan masih ada sisa untuk jalan jalan sama pacar atau setidaknya buat nambah modal, jadi bisa kalian hitung hitung sendiri, dalam tanda kutip, toko saya tergolong toko kecil, yang perharinya cuma ada 1/2 transaksi saja, atau malah nggak ada transaksi T_T .
Untuk yang berniat terjun di dunia Dropshipper saya sarankan untuk kalian tetap fokus dan berkerja keras, iya kerja keras cari utangan misal uang pada belum cair hehe, ya namanya market place kan, pasti ada juga pembeli yang cuek untuk konfirmasi, asal barang diterima ya udah. Sejauh ini saya melihat bahwa bisnis Dropship sekalipun bisa menjadi sumber penghasilan utama, asalkaaaaan untuk awal kalian konsisten di bisnis Dropship saja, kenapa? Ya meskipun kita nggak ada kegiatan bungkus membungkus atau kirim mengirim, kita tetap harus meraih feedback dari pembeli kita, apalagi dengan kendala kendala di atas. Menata toko kita agar terlihat rapi dan menark. Selain itu kita juga musti mantengin notif kita 24 jam non-stop. Emang ada yang beli jam 2 dini hari? ADA!!! Pembeli di marketplace itu random, ada yang beli di jam istirahat, ada yang jam tidur, ada juga yang jam sakral seperti di atas. Tapi tidak ada salahnya kok untuk mencoba bisnis dropshipper, malah menurut saya itu adalah hal yang wajib kalian coba jika kalian punya banyak waktu luang. 
Berikut adalah toko saya, beserta linknya, sekalian ngiklan nih, siapa tahu ada yang beli, hehe.

Mungkin sekian dulu cerita dari saya, untuk tulisan selanjutnya, saya akan usahakan untuk menulis Tips Sebagai Dropshipper. Terimakasih





You may like these posts

Post a Comment